Pelatihan SDM Perusahaan, Pengembangan SDM Karyawan, Training SDM Efektif, Perencanaan SDM

Di Training (Pelatihan) SDM di Perusahaan-Perusahaan, Ippho Santosa Bahas Soal Pendapatan

Di training atau pelatihan SDM di perusahaan-perusahaan, saya sering diminta membahas soal pendapatan dan penafkahan. Input-input terbaik, berusaha saya berikan.

Demi rezeki, orang rela bersusah-payah sepanjang hari bahkan berhari-hari. Atas nama rezeki pula seorang suami rela memeras keringat dan membanting tulang, guna memenuhi kebutuhan istrinya dan anak-anaknya.

training-pelatihan-sdm-perusahaan-pengembangan-sdm-terbaik

Itulah rezeki. Semakin dicari, ia seakan malu-malu bersembunyi, menunggu untuk dijemput. Dengan cara yang tepat di waktu yang tepat. Mungkin seperti itu.

Pertanyaan berikutnya:
- Kapan rezeki mendatangi kita?
- Sebenarnya, yah selalu.

- Selagi kita masih ada umur.

So? Jangan pernah kuatir soal rezeki. Sekalipun jangan.

Di Training (Pelatihan) SDM di Perusahaan, Ippho Santosa Serukan Semangat Belajar

Di sebuah training (pelatihan) SDM perusahaan, saya pernah berseru, "Bukan sekadar belajar. Sebisanya belajar dari yang terbaik. Percayalah, akan beda hasil dan dampaknya."

Gimana dengan biaya belajar? Layaknya sekolah dan kuliah, kita mengeluarkan uang untuk itu. Demikian pula untuk seminar dan training. Sebenarnya tak perlu dipermasalahkan. Apalagi kalau in-house seminar dan in-house training. Sudah ditanggung perusahaan tho?

training-pelatihan-sdm-perusahaan-pengembangan-sdm-ippho-santosa

Saya pribadi 2X seminggu duduk sebagai peserta, belajar. Ini rutin saya lakukan, sudah sekian tahun. Kadang sampai berangkat ke luar negeri, demi belajar. Pernah juga belajar langsung dengan Richard Branson dan Yusuf Qardhawi. Biangnya biang!

Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar. Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan alasan-alasan yang tak wajar.

Saran saya, berhentilah beralasan. Yang rugi, diri kita sendiri. Karena semua orang tahu, mau belajar dan gigih menerapkan adalah ciri-ciri sang pemenang. Ini saya ingatkan berkali-kali dalam pelatihan SDM. Apa pendapat Anda?


Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Berpesan Soal Maju dan Memajukan (Pesan Terbaik)

Di sebuah pelatihan SDM, saya pernah berpesan, "Sukses memang tidak mudah. Namun juga tidak sesulit yang kita bayangkan. Mulai saja dari orang-orang di sekitar kita."

Maksudnya? Mungkin Anda mulai bertanya-tanya.

pelatihan-sdm-perusahaan-internasional-pelatihan-motivasi-karyawan
pelatihan-sdm-perusahaan-internasional-pelatihan-motivasi-karyawan

Baiklah, izinkan saya untuk sedikit menjelaskan. Begini. Kadang, kita suka bicara yang muluk-muluk. Sebut saja, ingin memakmurkan Indonesia atau ingin memajukan umat. Anda pernah seperti itu atau pernah mendengar orang mengatakan seperti itu?

Yah, boleh-boleh saja. Apa salahnya? Namun hendaknya kita mulai dari yang terkeciiiiil. Dari mana? Dari rumah kita, dari kantor kita. Maksudnya, dari orang-orang bekerja dengan kita. Sampai di sini, mungkin Anda sudah bisa membayangkan siapa orang-orang tersebut. 

Misal, asisten rumah (PRT), babysitter, office boy, dan supir. Dream boleh besar. Action mulai dari yang terkecil. Dan dari situlah sayang-silaturahim-sedekah (3S) hendaknya diulurkan. Inilah yang disebut dengan kepedulian. Ya, kepedulian

Termasuk orang-orang dhuafa di sekitar kita. Sekalian, muliakan dan majukan mereka. Camkan baik-baik, ketika kita berusaha memuliakan dan memajukan orang lain, maka kita akan dimuliakan dan dimajukan oleh-Nya. Insya Allah ini nyata, bukan sekadar cerita. 

Malahan, dekat-dekat dengan orang-orang kaya, belum tentu itu mendekatkan kita dengan rezeki. Belum tentu. Sebaliknya, dekat-dekat dengan orang-orang dhuafa, nah, insya Allah mendekatkan kita dengan rezeki. Ini pula yang saya sampaikan ketika dulu menjadi bintang iklan untuk Dompet Dhuafa dan Indosat Mobile. Ya, ini soal kepedulian.

Apa pendapat Anda? 







...

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Diminta Bahas Soal Spiritualitas (Perusahaan Internasional)

Di sebuah pelatihan SDM, saya diminta membahas soal spiritualitas, terutama soal sujud. Ini terjadi di sebuah perusahaan bertaraf internasional. Dan mereka ingin mendapatkan penjelasan lengkap soal ini. Anda mau juga? Simak saja.

Menurut psikoneuroimunologi (ilmu kekebalan tubuh dalam perspektif psikologis) yang ditekuni Prof. Sholeh, bersujud secara rutin dapat membantu kecerdasan. Dan riset ini mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika. Nggak main-main.


pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-organisasi-pelatihan-sdm-internasional

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-organisasi-pelatihan-sdm-internasional

Kok bisa? Yah perhatikan saja. Saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala. Nah, ini memungkinkan darah yang sarat oksigen mengalir lebih maksimal ke otak dan memicu kerja sel-sel. Makanya ada perasaan segar begitu seseorang selesai bersujud. 

Dan khusus untuk kaum hawa, bersujud secara rutin dapat menjaga fungsi kelenjar air susu dan memudahkan persalinan. 

Anda yakin? Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ingatkan Soal Kerja Keras dan Saling Ajak Satu Sama Lain

Di pelatihan SDM perusahaan, saya sering mengingatkan karyawan tentang yang satu ini.

Cuma 4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. Ya, cuma 4 huruf... 

Apa itu? A-j-a-k.

pelatihan-sdm-perusahaan-ippho-santosa-pelatihan-sdm-internasional

Maksudnya? Saya kasih contoh ya:
- Bangun awal dan AJAK orang bangun awal.
- Berbagi dan AJAK orang berbagi.
- Berbakti dan AJAK orang berbakti.
- Sukses dan AJAK orang untuk sukses.
- Kerja keras dan AJAK orang untuk kerja keras.

Anda setuju?

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ingatkan Karyawan Soal Properti dan Investasi

Di pelatihan SDM, saya sering mengingatkan peserta soal properti dan investasi.

Ternyata...
1 orang menguasai 5 juta hektar tanah.
0,2% penduduk menguasai 74% tanah.

Ini terjadi di Indonesia, bukan kata orang!
Benar-benar ketimpangan yang luar biasa!

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-internasional-organisasi-terbaik

Makanya sejak dulu, saya sudah berseru, "Yang membangun peradaban itu adalah developer." Hendaknya di antara teman-teman kita ada yang menjadi developer.

Saya pun berdoa. Mudah-mudahan developer-developer berikutnya berasal dari para pembaca dan member di blog ini. Aamiin. Developer yang hartawan, dermawan, dan tidak serakah. Aamiin.

Saya saja yakin. Masak Anda nggak yakin?



Sumber: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160915175459-20-158611/komnas-ham-minta-negara-ambil-tanah-yang-dikuasai-konglomerat/

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ajak Karyawan Perusahaan Untuk Giat dan Gigih

Di pelatihan SDM, saya mengajak peserta untuk giat dan gigih.

Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.

Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-karyawan-pelatihan-motivasi-esq

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-karyawan-pelatihan-motivasi-esq

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-karyawan-pelatihan-motivasi-esq

Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?

Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.

Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal. Anda setuju?