Pelatihan SDM Perusahaan, Pengembangan SDM Karyawan, Training SDM Efektif, Perencanaan SDM

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ingatkan Soal Kerja Keras dan Saling Ajak Satu Sama Lain

Di pelatihan SDM perusahaan, saya sering mengingatkan karyawan tentang yang satu ini.

Cuma 4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. Ya, cuma 4 huruf... 

Apa itu? A-j-a-k.

pelatihan-sdm-perusahaan-ippho-santosa-pelatihan-sdm-internasional

Maksudnya? Saya kasih contoh ya:
- Bangun awal dan AJAK orang bangun awal.
- Berbagi dan AJAK orang berbagi.
- Berbakti dan AJAK orang berbakti.
- Sukses dan AJAK orang untuk sukses.
- Kerja keras dan AJAK orang untuk kerja keras.

Anda setuju?

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ingatkan Karyawan Soal Properti dan Investasi

Di pelatihan SDM, saya sering mengingatkan peserta soal properti dan investasi.

Ternyata...
1 orang menguasai 5 juta hektar tanah.
0,2% penduduk menguasai 74% tanah.

Ini terjadi di Indonesia, bukan kata orang!
Benar-benar ketimpangan yang luar biasa!

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-internasional-organisasi-terbaik

Makanya sejak dulu, saya sudah berseru, "Yang membangun peradaban itu adalah developer." Hendaknya di antara teman-teman kita ada yang menjadi developer.

Saya pun berdoa. Mudah-mudahan developer-developer berikutnya berasal dari para pembaca dan member di blog ini. Aamiin. Developer yang hartawan, dermawan, dan tidak serakah. Aamiin.

Saya saja yakin. Masak Anda nggak yakin?



Sumber: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160915175459-20-158611/komnas-ham-minta-negara-ambil-tanah-yang-dikuasai-konglomerat/

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ajak Karyawan Perusahaan Untuk Giat dan Gigih

Di pelatihan SDM, saya mengajak peserta untuk giat dan gigih.

Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.

Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-karyawan-pelatihan-motivasi-esq

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-karyawan-pelatihan-motivasi-esq

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-karyawan-pelatihan-motivasi-esq

Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?

Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.

Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal. Anda setuju?

Melalui Pelatihan Motivasi atau Pelatihan SDM, Ippho Santosa Salurkan Passion

Seminar motivasi atau pelatihan motivasi (SDM), Anda pernah ikut? Biasanya perusahaan yang mengundang.
Walaupun disebut motivasi atau melalui motivasi, di sini perlu digarisbawahi, isinya bukan lagi seruan-seruan penuh semangat, melainkan lebih ke inspirasi-inspirasi dan hal-hal teknis dalam mencapai sesuatu. Maka muncullah berbagai topik lainnya, seperti training perubahan, training persiapan pensiun (MPP), pelatihan tim penjualan, pelatihan otak kanan, seminar pencapaian target, dan lain-lain.

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-motivasi-sdm-ippho-santosa-7KR
Menjadi pelatih atau trainer, adalah passion-nya saya, bukan sekadar profesi. Dan saya berusaha menjadi salah satu trainer terbaik di negeri ini. Bukan saja di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, melainkan juga secara nasional dan internasional. Dengan izin Yang Maha Kuasa, sekitar satu juta alumni seminar sudah membuktikan itu, bahkan seminar dan pelatihan saya telah menembus belasan negara di empat benua. Alhamdulillah.
Buku-buku saya, karena dianggap sangat menginspirasi, akhirnya menjadi viral dan terjual lebih satu juta eksemplar. Alhamdulilah. Terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang telah mengundang selama ini. Hormat saya, Ippho Santosa.

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ingatkan Pentingnya Ilmu

Di Pelatihan SDM, Di Pelatihan SDM Perusahaan, Di Pelatihan SDM Internasional



"Ikut seminar yuk."
"Wah lagi sibuk."

"Ikut kajian yuk."
"Lagi ada kerjaan."

Mendengar jawaban ini, teman saya langsung nyamber, "Woi! Ente pikir, orang-orang yang ikut seminar dan kajian itu pengangguran apa?" Mereka juga punya kesibukan, tapi bisa menyempatkan diri dan memprioritaskan.

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-internasional-ippho-santosa
pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-internasional-ippho-santosa

Adabnya ilmu, yah dijemput. BUKAN ditunggu. Terus-terang saya males sama orang yang nyeletuk, "Kapan seminar di daerah A? Kapan seminar di daerah B?" Padahal saya menggelar seminar gratis di daerah C, yang jaraknya tak sampai 2 jam dari daerah A dan B.

Dekat tho? Saya, zaman nggak punya uang, bela-belain berangkat ke Malaysia dan Singapura demi menjemput ilmu. Ketika punya sedikit uang, berangkat ke Australia karena tujuan yang sama. Ilmu.

"Sadar Mas Ippho, bukan seminar yang bikin orang sukses," celetuk mereka. Anak TK juga tahu, hanya Allah yang bikin orang sukses. Cuma, dari sini terlihat bahwa dia tidak memprioritaskan ilmu. Toh anjuran menuntut ilmu itu dari Allah juga.

Padahal ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Dan ingatlah, kalau nasib gitu-gitu aja, maka ada tiga kemungkinan. Pertama, ilmunya gitu-gitu aja. Kedua, action-nya gitu-gitu aja. Ketiga, sedekahnya gitu-gitu aja.

Yuk ngaca...

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Anjurkan Asah Gergaji

Pelatihan SDM Perusahaan, Pelatihan SDM Internasional, Pelatihan SDM Berbasis Kompetensi



Di sebuah pelatihan SDM, saya mengingatkan peserta.

Kadang kita perlu ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw). Ini sebenarnya pernah disampaikan oleh Stephen Covey, Sang Legenda. 

Sekadar mengingatkan, Stephen Covey adalah salah satu motivator dunia yang sangat disegani dan berpengaruh. 

pelatihan-sdm-perusahaan-pelatihan-sdm-internasional-pelatihan-sdm-pdf

Ketika berseminar di Indonesia, Presiden RI pun duduk sebagai peserta. Mendengarkan. Dan dosen saya dulu mewajibkan saya untuk membaca bukunya, 7 Habits.


Kalimat berikut penting banget buat  leader dan calon leader. Rada berat sih, tapi perlu. 

Apa itu mengasah gergaji? Salah satunya, tenang-tenang sejenak. Atau bahkan berhenti. Untuk beristirahat, berpikir, merenung, meluruskan arah, mengamati pesaing, introspeksi, dan sejenisnya.

Sudahkah kita melakukannya?




Pelatihan SDM Perusahaan, Pelatihan SDM Internasional, Pelatihan SDM Berbasis Kompetensi

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Serukan Kehidupan Yang Seimbang

Di sebuah pelatihan SDM, saya menyinggung soal "Gaya Hidup Sisa-Sisa".

Maksudnya? Simak saja contoh-contoh berikut.

Bakti ke orangtua?
Sisa-sisa waktu, sisa-sisa uang.

Kalau ada uang tersisa, baru kirim ke orang tua. Kalau nggak ada, nggak diupayakan. Namanya juga sisa-sisa.

Kerja buat apa? Menafkani anak dan istri. Lha orangtua? Nggak masuk hitungan. Buat orangtua, yah sisa-sisa perhatian saja.

Waktu sama anak? Tak jauh berbeda.
Sisa-sisa waktu, sisa-sisa perhatian.

Yang lebih utama adalah kantor dan kerjaan. Anak? Yah itu tadi, sisa-sisa waktu saja. Sekenanya. Secukupnya.

pelatihan-sdm-perusahaan-training-pelatihan-sdm-pengembangan-sdm
pelatihan-sdm-perusahaan-training-pelatihan-sdm-pengembangan-sdm
pelatihan-sdm-perusahaan-training-pelatihan-sdm-pengembangan-sdm

Sholat? Berdoa? Sama saja.
Sisa-sisa waktu, bukan prioritas.

Jam 5.30 pagi, baru sholat subuh. Jam 2.45 siang, baru sholat zuhur. Yah itu tadi, sisa-sisa waktu.

Inilah Gaya Hidup Sisa-Sisa.

Jangan heran, semakin ke sini semakin sulit hadir generasi emas. Entah pada diri kita atau pada keturunan kita. Dan sebagai ganjarannya, kita sebagai pelakunya juga hanya beroleh sisa-sisa di muka bumi ini. Baik secara ekonomi maupun secara dignity. Sepertinya Allah enggan berpihak kepada kita.

Solusinya? Di training saya pernah berseru, "Mari kita beralih pada kehidupan yang lebih seimbang." Keluarga, punya hak. Orangtua, punya hak. Allah? Apalagi!

Kalau hak-hak ini terpenuhi, justru kerjaan-kerjaan kantor akan lebih mudah untuk diselesaikan, dengan penuh semangat. Think.