Pelatihan SDM Perusahaan, Pengembangan SDM Karyawan, Training SDM Efektif, Perencanaan SDM

Di Pelatihan Manajemen (SDM), Ippho Santosa Ajak Peserta Berpikir Lebih

Di pelatihan SDM, entah itu pelatihan manajemen atau pelatihan intensif, saya sebagai motivator sering mengajak para leader dan para manager untuk 'berpikir lebih'. Bukan soal jabatan dan pencapaian saja. Melainkan juga manfaat yang seluas-luasnya.


Pelatihan-Manajemen-Terpadu-Pelatihan-Intensif-Pelatihan-Outing-Ippho

Pernahkah Anda membayangkan ini terjadi? Benar-benar terjadi…
-       Ketika mereka berwudhu, kita turut keciprat pahala-nya.
-       Ketika mereka mengaji dan belajar, kita turut dapat pahala-nya.
-       Ketika mereka zikir dan sholat berjamaah, kita turut beroleh pahala-nya.
-       Dan seterusnya…

Siapakah mereka itu? Mereka tidak lain adalah para santri. Terus, kenapa kita turut diganjar pahala? Yah, karena kita sungguh-sungguh menyiapkan pesantren, tempat para santri itu belajar. Inilah yang saya maksud dengan #BikinPesantren. Dan bikin pesantren itu SANGAT MUNGKIN. Apalagi kalau bikinnya bareng-bareng. Apalagi kalau donasinya rutin bulanan.

Pelatihan-Manajemen-Terpadu-Pelatihan-Intensif-Pelatihan-SDM


Alhamdulillah, tanahnya 2000 meter sudah ada, dekat BSD. Mimpinya sih lima lantai. Bayangkan kita yang menjadi founder pesantren itu! Insya Allah anak-anak kita serta keluarga kita turut tergugah, dan yang paling penting suatu saat mereka tergerak untuk berbuat hal serupa bahkan lebih. Karena kita telah memberikan contoh nyata kepada mereka.

Mari kita action-kan hari ini! Menjemput berkah Jumat! Wah, berlipatganda berkah dan balasannya! Berhubung hari ini adalah ‪#WaktuIstimewa‪, maka cobalah bersedekah sesuatu yang juga istimewa. Rada besar gitu. Nah, apabila memungkinkan, kita rutinkan juga bersedekah setiap bulannya sebagai wujud kesungguhan kita di hadapan-Nya. Soal jumlah, yah berapa saja. Karena pastilah kekuatan ekonomi masing-masing kita berbeda.

Pelatihan-Manajemen-Terpadu-Pelatihan-Intensif-Pelatihan-SDM
Rancangan sementara (bisa berubah sesuai input dari para founder)


Nanti sambil jalan, kita pilih bareng-bareng nama dan konsepnya. Kelak, kita pun bersaksi di hadapan-Nya, “Ya Allah, uangku mungkin tidak banyak. Amalku juga tidak banyak. Tapi, aku berusaha berbuat sesuatu yang besar untuk umat, dengan berjamaah. Aku turut membangun sebuah pesantren, yang dari situ hadir santri-santri bahkan ustadz-ustadz. Semoga Engkau menerima amal hamba-Mu yang lemah ini, ya Allah.”
Pelatihan-Manajemen-Terpadu-Pelatihan-Intensif-Pelatihan-SDM
Pelatihan-Manajemen-Terpadu-Pelatihan-Intensif-Pelatihan-SDM

Selain berdoa, mari kita bersedekah melalui:
-       BNI Syariah 009.153.899.5
-       atau BCA 237.304.888.7
-       a/n Yayasan Dompet Dhuafa 

SMS konfirmasi 0812-129-2528 (setelah transfer)

Di Pelatihan SDM, Ippho Santosa Ajak Peserta Donasi Terbaik

Di sebuah pelatihan SDM perusahaan, saya sebagai motivator menantang sejumlah peserta untuk 'berbuat lebih'. 

Pengen bangun sekolah? Rumah sakit? Rumah ibadah? Bikin pesantren? Niatkan dulu. Doakan dulu. Dengan begitu, moga-moga tercatat sebagai amal. Menariknya, kalau sudah diniatkan dan didoakan, tentu akan lebih dekat dengan kenyataan. Sebagai manusia, itu dulu yang kita lakukan. 

Sayangnya, begitu diajak bangun sekolah dan ‪#BikinPesantren, sebagian kita malah berdalih, "Boro-boro bangun sekolah, utang aja masih banyak! Boro-boro bikin pesantren, untuk makan aja susah!" Lha buat apa ngomong gitu? Makin susah jadinya! Mestinya segala kebaikan besar dan bangunan besar yang ingin kita rintis, bawalah itu dalam niat dan doa. Terus? Berbuatlah sebisanya.

Pelatihan-Sumber-Daya-Manusia-Terpadu-Pelatihan-SDM-Terbaik
Berbuat sebisanya. Peletakan batu pertama.


Sekali lagi. Niat, doa, dan berbuatlah sebisanya. Insya Allah nanti dimampukan. Termasuk bikin pesantren. Kan Allah itu menilai ikhtiar dan proses kita. Bukan jumlah uang kita. Dan ternyata bikin pesantren, tidaklah serumit dan sesusah yang kita bayangkan. Maaf, kita yang bergaji Rp2juta sekalipun, tetap bisa. Beneran bisa. Ini bukan mengada-ngada.
pelatihan-sdm-pelatihan-sumber-daya-manusia-terpadu-pelatihan-sdm-terbaik
pelatihan-sdm-pelatihan-sumber-daya-manusia-terpadu-pelatihan-sdm-terbaik

Pikirkan ini:
-       Tak inginkah kita ‪#BikinPesantren, lalu dari situ lahirlah orang-orang yang soleh? Kita pun keciprat pahala-nya. Mau?
-       Lalu, penghuni pesantren itu belajar dan mengajar. Hanya yang baik-baik yang mereka pelajari. Kita pun keciprat pahala-nya. Mau?
-       Bayangkan, saat kita kelar bikin pesantren, dari situ terhimpun berbagai kebaikan, bukan satu-dua hari, melainkan selama-lamanya. Sekalipun kita sudah meninggal, tetap saja kita keciprat pahala-nya. Mau?
-       Apalagi sebagian dari alumni akhirnya mendirikan pesantren juga. Itu kan wasilahnya dari didikan dan pesantren kita. Kita pun keciprat pahala-nya. Mau?

Siapa sih yang nggak mau? Saya pun kepikiran, kenapa saya nggak ‪#BikinPesantren bareng follower saja? Maksudnya, teman-teman saya di twitter dan facebook. Ilmu dan uang kita mungkin nggak banyak. Tapi kalau bareng-bareng, apa sih yang nggak bisa? Saya yakin ada yang sevisi dan semisi dengan saya, untuk bikin pesantren bareng-bareng. Ada Allah, kenapa nggak mikir sesuatu yang besar dan baik? Salah satunya, bikin pesantren.

pelatihan-sdm-pelatihan-sumber-daya-manusia-terpadu-pelatihan-sdm-terbaik


Kadang wawasan kita yang terbatas. Ilmu dan uang pun nggak seberapa. Iman? Sama, belum kuat-kuat amat. Akhirnya itu semua ikut mematahkan dan mementahkan dream kita. Padahal ‪#BikinPesantren itu SANGAT MUNGKIN. Semua orang juga bisa, nggak harus jadi ustadz, nggak harus jadi miliarder. Kalau bikinnya bareng-bareng? Tentu saja, lebih bisa. Yang penting, pesantren itu bukan milik saya, bukan pula atas nama saya. Benar-benar milik umat. Dari umat, untuk umat.

pelatihan-sdm-pelatihan-sumber-daya-manusia-terpadu-pelatihan-sdm-terbaik

Alhamdulillah, tanahnya 2000 meter sudah ada. Tinggal bangunannya saja yang belum ada. Kalau masing-masing kita mau menyisihkan sekian ratus ribu atau sekian juta rupiah, tentu pesantren yang kita idam-idamkan ini akan segera berdiri. Apalagi kalau kita mau komit bersedekah setiap bulannya. Insya Allah. Nanti sambil jalan, kita voting sama-sama nama dan konsepnya. Mau? Share saja tulisan ini kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabatnya. Ajak mereka.

Selain mengajak orang bersedekah, kita pun baiknya bersedekah: 
-       BNI Syariah 009.153.899.5
-       atau BCA 237.304.888.7
-       a/n Yayasan Dompet Dhuafa 

SMS konfirmasi 0812-129-2528 (setelah transfer)

Di Pelatihan Pegawai (SDM), Ippho Santosa Ajak Peserta Berbuat Lebih

Di sebuah pelatihan pegawai tepatnya pengembangan SDM, saya menantang sejumlah peserta untuk 'berbuat lebih'. Sebagai motivator, saya merasa perlu melakukan ini. Toh masih terkait pengembangan SDM.

Pengen bangun sekolah? Rumah sakit? Rumah ibadah? Bikin pesantren? Niatkan dulu. Doakan dulu. Dengan begitu, moga-moga tercatat sebagai amal. Menariknya, kalau sudah diniatkan dan didoakan, tentu akan lebih dekat dengan kenyataan. Sebagai manusia, itu dulu yang kita lakukan. 

Sayangnya, begitu diajak bangun sekolah dan ‪#BikinPesantren, sebagian kita malah berdalih, "Boro-boro bangun sekolah, utang aja masih banyak! Boro-boro bikin pesantren, untuk makan aja susah!" Lha buat apa ngomong gitu? Makin susah jadinya! Mestinya segala kebaikan besar dan bangunan besar yang ingin kita rintis, bawalah itu dalam niat dan doa. Terus? Berbuatlah sebisanya.

Pelatihan-Pegawai-Training-Pegawai-Ippho-Santosa-Pelatihan-SDM
Berbuat sebisanya. Peletakan batu pertama.


Sekali lagi. Niat, doa, dan berbuatlah sebisanya. Insya Allah nanti dimampukan. Termasuk bikin pesantren. Kan Allah itu menilai ikhtiar dan proses kita. Bukan jumlah uang kita. Dan ternyata bikin pesantren, tidaklah serumit dan sesusah yang kita bayangkan. Maaf, kita yang bergaji Rp2juta sekalipun, tetap bisa. Beneran bisa. Ini bukan mengada-ngada.

Pikirkan ini:
-       Tak inginkah kita ‪#BikinPesantren, lalu dari situ lahirlah orang-orang yang soleh? Kita pun keciprat pahala-nya. Mau?
-       Lalu, penghuni pesantren itu belajar dan mengajar. Hanya yang baik-baik yang mereka pelajari. Kita pun keciprat pahala-nya. Mau?
-       Bayangkan, saat kita kelar bikin pesantren, dari situ terhimpun berbagai kebaikan, bukan satu-dua hari, melainkan selama-lamanya. Sekalipun kita sudah meninggal, tetap saja kita keciprat pahala-nya. Mau?
-       Apalagi sebagian dari alumni akhirnya mendirikan pesantren juga. Itu kan wasilahnya dari didikan dan pesantren kita. Kita pun keciprat pahala-nya. Mau?

Pelatihan-Pegawai-Pengembangan-SDM-Training-SDM-pelatihan-motivasi

Pelatihan-Pegawai-Pengembangan-SDM-Training-SDM-Pelatihan-SDM

Siapa sih yang nggak mau? Saya pun kepikiran, kenapa saya nggak ‪#BikinPesantren bareng follower saja? Maksudnya, teman-teman saya di twitter dan facebook. Ilmu dan uang kita mungkin nggak banyak. Tapi kalau bareng-bareng, apa sih yang nggak bisa? Saya yakin ada yang sevisi dan semisi dengan saya, untuk bikin pesantren bareng-bareng. Ada Allah, kenapa nggak mikir sesuatu yang besar dan baik? Salah satunya, bikin pesantren.

Pelatihan-Pegawai-Pengembangan-SDM-Pelatihan-SDM-Training-SDM


Kadang wawasan kita yang terbatas. Ilmu dan uang pun nggak seberapa. Iman? Sama, belum kuat-kuat amat. Akhirnya itu semua ikut mematahkan dan mementahkan dream kita. Padahal ‪#BikinPesantren itu SANGAT MUNGKIN. Semua orang juga bisa, nggak harus jadi ustadz, nggak harus jadi miliarder. Kalau bikinnya bareng-bareng? Tentu saja, lebih bisa. Yang penting, pesantren itu bukan milik saya, bukan pula atas nama saya. Benar-benar milik umat. Dari umat, untuk umat.

Pelatihan-Pegawai-Pengembangan-SDM-Pelatihan-SDM-Training-SDM

Alhamdulillah, tanahnya 2000 meter sudah ada. Tinggal bangunannya saja yang belum ada. Kalau masing-masing kita mau menyisihkan sekian ratus ribu atau sekian juta rupiah, tentu pesantren yang kita idam-idamkan ini akan segera berdiri. Apalagi kalau kita mau komit bersedekah setiap bulannya. Insya Allah. Nanti sambil jalan, kita voting sama-sama nama dan konsepnya. Mau? Share saja tulisan ini kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabatnya. Ajak mereka.

Selain mengajak orang bersedekah, kita pun baiknya bersedekah: 
-       BNI Syariah 009.153.899.5
-       atau BCA 237.304.888.7
-       a/n Yayasan Dompet Dhuafa 

SMS konfirmasi 0812-129-2528 (setelah transfer)

Dalam Pelatihan Pengembangan Diri, Ippho Santosa Ajak Karyawan Memantaskan Diri

Pelatihan dan pengembangan SDM itu perlu. Bukan saja bagi korporasi, melainkan juga bagi individu. 

Kali ini kita membahas masalah yang rada personal. Tentang pasangan.


Pelatihan-Pengembangan-Diri-Ippho-Santosa-Pelatihan-SDM

Beberapa peserta di seminar saya pernah nyeletuk, “Wah beruntung sekali istrinya Mas Ippho.” Yang sebenarnya, sayalah yang merasa beruntung, karena telah dianugerahi istri sedemikian rupa. Dia cantik, taat sama Tuhan-nya, taat sama suaminya, pandai mengurus anak, dan pandai menyenangkan mertua (ibu saya). Lantas mana yang benar, saya yang lebih beruntung atau dia yang lebih beruntung? Apakah sama-sama beruntung?

Begini. Sebenarnya, ketika dua orang menikah berarti kedua-duanya memang sama-sama pantas mendapatkan satu sama lain. Bukan berarti, yang satu lebih beruntung daripada satunya lagi. Bukan. Dengan kata lain, karena sama-sama pantas, makanya mereka dipertemukan. Sesederhana itu.

Pelatihan-Pengembangan-Diri-Pelatihan-Pengembangan-Karyawan
Istri saya latihan memanah

Ada juga orang yang menyesali pasangannya. Padahal, pasangan adalah cerminan diri kita. Pun sebagian kita lupa bahwa kelapangan rezeki yang diperoleh, itu tak terlepas dari doa dan dukungan pasangan kita. Toh, pasangan kita (istri) juga punya jatah rezeki. Sekiranya dia tidak bekerja, maka Allah titipkan jatah rezekinya melalui kita (suami).

Kalaupun ada kekurangan pada pasangan kita (dan itu pasti ada), berusahalah menganggap itu sebagai ladang amal bagi kita. Bersabar. Bukankah kekurangan kita juga ia maklumi dan sabari? Tanpa bermaksud menceramahi siapapun, sebenarnya tulisan ini dialamatkan kepada diri saya sendiri, yang kadang lalai dan abai. Mungkin ada manfaatnya bagi teman-teman semua.


Pelatihan-Pengembangan-Diri-Pelatihan-Pengembangan-Karyawan
Kelar meeting di Kopassus, diajak latihan menembak 


Bagi Anda yang belum menikah, kalau ingin beroleh pasangan yang baik, maka seriuslah memperbaiki diri dan memantaskan diri. Itulah cara terbaik menjemput jodoh, salah satu rezeki terbesar. Siap?




Ditulis oleh Ippho Santosa. Untuk mengundangnya sebagai motivator dalam in-house seminar atau in-house training (pelatihan pengembangan diri), SMS 0812-704-9090